Pemprov Sumbar Operasikan Unit Pengemasan Hasil Pertanian

2011-05-05 15:05:32

sayuran sumatera barat

 

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, berencana mengoperasikan kembali unit pengemasan hasil pertanian yang berada di Koto Ilalang, tepatnya di Pasar Agro Kabupaten Agam, karena tidak beroperasi sejak 2006.

Wakil Gubernur Muslim Kasim bersama Kadis Pertanian dan Koperindag saat meninjau unit pengemasan (Processing) Hasil Pertanian di Koto Ilalang, Kabupaten Agam, Rabu.Mantan Bupati Padangpariaman itu, prihatin tak beroperasinya unit pengemasan produk sayur-sayuran unit milik Dinas Pertanian dan Holtikulura Provinsi Sumbar itu.Operator Unit Processing Hasil Pertanian di Koto Ilalang, Abdi Lawawi menyampaikan kepada Wagub bersama rombongan, sudah lima tahun terakhr tersebut tidak beroperasi lagi.Kondisi itu terjadi, akibat pengusaha yang dipercayakan mengelola unit tersebut, mengalami pailit karena pengoperasian butuh biaya tinggi.

Padahal, kata Abdi, sejak berdiri pada 2004, buncis dan terong produksi unit ini menjadi primadona untuk pasar ekspor ke Singapura.

Namun, pada 2006 stagnan beroperasi karena pengusaha pengelola unit tersebut mengalami bangkut, dampak biaya operasi yang tinggi.

Sebelum berhenti beroperasi pada 2006, tambah Abdi, ada sekitar delapan ton tiap harinya sayur-mayur asal Sumbar yang didinginkan, diproses dan dikemas untuk di ekspor ke pasar Singapura.

Sayuran tersebut berasal dari produksi sejumlah sentra di Sumbar, meliputi Sungai Pua, Kamang, Kabupaten Agam, Padang Panjang, Tanah Datar dan Alahan Panjang, Kab. Solok.

Wagub Sumbar, Muslim Kasim menanggapi, Pemprov Sumbar akan segera mengaktifkan kembali Unit pengemasan tersebut. Terkait, cukup banyak komoditi sayuran asal Sumbar yang bisa diproses dan dikemas untuk kemudian diekpor ke luar negeri.

‘Itu merupakan sebuah kulkas pendingin bagi produksi sayur-sayuran yang dapat disimpan dan bertahan bagus hingga tujuh hari,’ tambahnya.

Menurut dia, diaktifkannya kembali alat unit itu, tentu akan mampu membantu produksi para petani menjaga kualitasnya sebelum dibawa ke daerah lain atau pasar ekspor.

Justru itu, perlu segera difungsikan kembali, dan jangan sampai asset ini berguna, makanya Kepada Dinas terkait agar dapat menindaklajutinya dengan baik.

Tujuannya, kata Muslim, supaya produksi sayuran Sumbar bisa bersaing dengan produksi sayuran luar daerah, bahkan dengan produksi dari luar negeri. Sebab saat ini sudah cukup banyak sayuran asal sentra di luar Sumbar yang menguasai pasar di sejumlah provinsi lainnya.

Muslim mengatakan, untuk mengaktifkan kembali unit pendinganan dan pengemasan tersebut, Pemprov akan mengajak pihak swasta dan masyarakat untuk bekerjasama, dan mudah-mudahan tahun depan sudah beroperasi kembali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: